Kamis, 09 Maret 2017

Bina Antarbudaya: Explore The World, Explore Yourself !




Tahun 2007 yang lalu saya terpilih sebagai salah satu perwakilan siswa Indonesia untuk mengikuti intensive program JENESYS di Jepang. Bersama sahabat dari berbagai negera kami mengunjungi tempat dan kota yang terkait dengan sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya Jepang. Tidak hanya itu, kami pun berkesempatan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Memiliki keluarga angkat di Jepang, bertemu sahabat-sahabat dari berbagai negara, merasakan langsung ritme kehidupan di negara lain membuat saya belajar untuk memandang segala sesuatu dari berbagai sisi dan lebih mencintai tanah air. Kegiatan pertukaran budaya ini saya ikuti melalui program Bina Antarbudaya Indonesia yang bermitra dengan AFS International Program.

Bina Antarbudaya adalah organisasi pendidikan antarbudaya berbasis relawan yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan antarbudaya secara global. Sejak didirikan pada tahun 1985, Bina Antarbudaya telah mengirim lebih dari 3000 siswa Indonesia dan menerima lebih dari 1500 siswa asing dari berbagai negrara. Tahun ini, seleksi pertukaran pelajar Bina Antarbudaya akan kembali dibuka. Sosialisasi program dan seleksi dilakukan diberbagai sekolah di Kota Makassar hingga ke daerah-daerah kabupaten termasuk Kab. Bulukumba. Returnee dan volunteer dari berbagai sekolah serta komunitas bergerak bersama membantu melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan pelajar-pelajar di Kab. Bulukumba yang duduk di kelas X memiliki semangat dan motivasi untuk mengikuti rangkaian seleksi dan program pertukaran pelajar yang ditawarkan Bina Antarbudaya.

Sosialisasi seleksi dan program pertukaran budaya di Kab. Bulukumba dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 kemarin. Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati dan dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati, kegiatan ini berlangsung dengan penuh riuh khas anak-anak SMA. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa returnee dari Bina Antarbudaya Chapter Makassar, hosting student dari Jerman dan Itailia, serta pelajar-pelajar SMA kelas X se-Kab. Bulukumba yang merupakan sasaran dari program pertukaran pelajar yang akan dilaksanakan oleh Bina Antarbudaya. Mengapa hanya mereka yang duduk di kelas X yang boleh mendaftar? Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa siswa yang dikirim merupakan duta bangsa terpilih, mereka harus mengikuti beberapa tahap seleksi di tingkat chapter, nasional, dan internasional. Setelah calon kandidat lolos dari 3 tahap seleksi di tingkat chapter, mereka juga akan diseleksi kembali di tingkat nasional. Kemudian mereka masih menunggu kepastian keberangkatan serta izin dari negara tujuan. Setelah mereka mendapat izin dan memenuhi semua persyaratan, kandidat akan menjalani tahun pertukaran pelajarnya saat ia duduk di kelas XI akhir / kelas XII awal. Karena proses seleksi yang bertahap inilah, maka seleksi ini hanya membuka kesempatan bagi mereka yang duduk di kelas X untuk mendaftar.

Mengikuti program pertukaran pelajar di usia yang masih sangat belia, 16-17 tahun, adalah sebuah tantangan tersendiri. Pengalaman bertemu budaya yang jauh berbeda dengan budaya sendiri, jauh dari orang tua dan zona nyaman akan membentuk kepribadian kita menjadi lebih mandiri dan open minded. Pemahaman antarbudaya inilah yang menjadi tujuan AFS-Bina Antarbudaya melakukan program pertukaran pelajar. AFS-Bina Antarbudaya meyakini dengan intercultural learning, akan membentuk karakter calon-calon pemimpin dunia yang akan mewujudkan perdamaian dunia.

Saya berharap teman-teman pelajar Bulukumba bisa mendapatkan kesempatan yang sama melalui program-program AFS-Bina Antarbudaya. Sejatinya, pengalaman berharga ini dimulai sejak saya memberanikan diri memutuskan untuk mendaftar dan ikut seleksi menantang rasa percaya diri dan optimisme. Apakah harus fasih berbahasa Inggris supaya bisa lulus program ini? Tidak juga. Kemampuan bahasa dan akademis bukan lah hal yang diutamakan dalam memilih kandidat. Bina Antarabudaya mencari pemimpin masa depan, mereka yang memiliki semangat dan kepribadian yang kokoh untuk mampu belajar dari budaya yang berbeda. Jadi, kamu tidak perlu berkecil hati, bila kemampuan berbahasamu tidak seberapa. Toh, jika kamu terpilih untuk belajar di negara lain, kamu akan menguasai bahasa negara tersebut dalam waktu yang relatif singkat! Tetapi jangan lupa, tes kemampuan bahasa Inggris juga merupakan salah satu tahapan seleksi. Intinya, beranikan dirimu untuk mendaftarkan diri, menantang diri sendiri. Tidak usah takut bahwa kamu tidak cukup berpotensi, yang penting kamu siap membuka diri untuk hal-hal baru. Manisnya perjuangan justru selalu ada pada sebuah proses bukan hasil.

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)