Jumat, 20 Maret 2015

Surat Terbuka untuk Kakak

Holaaa.. Yeah, its March, 20 !!!!
Selamat Milad, Kakak kesayangan <3 o:p="">
Happy sweet twenty seven
hehehhehehehehe.... kakaa su tua eee.

pengalamanmu jadi Pengajar Muda di Rote yang selalu membuatku iri
Oke, hari ini adalah ulangtahun kakak kandung satu-satunya yang aku punya dan saya tidak tahu harus memberinya kado apa atau ucapan yang romantis di semua medsos yang ada. Kurang lebih dua minggu sudah saya tidak memakai smartphone. Tadinya tulisan ini ingin saya post  di blog pribadi tapi, hujan menyapa dan membuat saya tertidur cantik di kamar seharian penuh, saat terbangun... listrik pun padam. Lalu, malam hari ini kuota internetan (saat ini online pake modem) pun habis; Cuma bisa mengandalkan kuota gratisan khusus untuk akses FB. handphone satu-satunya yang saat ini bisa diandalkan juga mulai sekarat. Sepertinya si lil’g (galaxy mini) sudah harus di ICU *tear* . untuk sms dan telpon pun saya kesulitan karena screen nya black out. Komplit sudah *nangis-nangis sampe banjir **garuk-garuk tembok. Hmm... Sepertinya saya tidak perlu menggambarkan keadaan miris ini lebih jauh, =.=” *jadinya malah curhat geje.

Kakak. Sejak kecil kami sudah seperti pasangan Tom & Jerry. Main, bertengkar, saling kejar, ejek mengejek sudah jadi kegiatan rutin kami sejak kecil dan pastinya selalu berakhir dengan tangisanku yang merdu kece badai hahahhaha. Maklum, anak bungsu.
Aku masih ingat, kami sering main tinju-tinju-an mungkin terinspirasi dari hobi Bapak yang nonton olahraga tinju tiap hari minggu di tv. Jadi, kasur busa--Olympic lah yang jadi alas sekaligus batas ring nya, kemudian masing-masing kepalan tangan kami balut dengan berlembar-lembar kaos kaki yang sudah tidak terpakai, seolah-olah sarung tinju. Lalu, kami saling tinju layaknya atlet. daaaaan, sudah bisa ditebak ending nya seperti apa, lagi-lagi berakhir dengan tangisanku. Suatu hari, Bapak pernah bertanya ke kakak, “kenapa suka buat adikmu menangis?” you know.. dengan cueknya dia bilang.. “karena dia cantik kalo lagi menangis” ahahahahhahahaaaa rasanya antara ingin ketawa mendengarnya tapi air mata sudah terlanjur mengalir deras, and so pasti saya harus stay cool di depannya, padahal dalam hati sih seperti ada badai sakura yang sedang berguguran.

Sepotong Pengakuan dan Harapan

salam dari Mahameru
Kakak, yang selalu menyebut dan menganggapku kompetitornya, tapi aku selalu menganggapnya inspirator ku bahkan untuk ukuran standard cowok keren hahhahahaha. Ya ya ya ya, kali ini aku akan jujur dan membuat pengakuan, “YOU ARE SO COOL!!!!” bahkan aku pernah bilang ke beberapa teman, andai kita tidak bersaudara mungkin saya sudah jatuh cinta hahhahaaaaa. Sebenarnya, dulu saya sering iri melihat teman-teman yang juga punya kakak cowok. Mereka bisa romantis-romantisan, akrab, bahkan ada yang so sweet gitu. Belakangan, saya sadar untuk apa saya iri, toh romantis itu relatif, dan ini lah ke-romantis-an kita, bertengkar, gengsi-gengsi-an, jaim-jaim-an, sok cool hahahhahahha. Tapi.. tapi.. saya tetap berharap kita berdua bisa lebih baik, bisa lebih terbuka satu sama lain.


Kau tahu, saya lebih deg-deg-an jalan berdua dengannmu dibanding jalan sama odo’odo’ (baca: gebetan) hahahhahaha. Masih ingat saat kita nonton SpiderMan di bioskop?? (ini momen nonton untuk pertama kali dan satu-satunya hahhaha, kapan-kapan kita harus nonton berdua lagi!). Aku juga sangat ingin mengajakmu trip alias nge-bolang kemana saja. Ayooolah, kita harus jalan-jalan ke suatu tempat, liburan, sebelum kau menikah, yah yah yah.... Bahkan aku berpikir ingin melakukan pendakian ke Gunung Semeru sekali lagi denganmu hehehhehehe, Bapak dan Ibu bisa stress kalau ini betul-betul terwujud.  


Sejak beberapa bulan yang lalu, Ibu selalu bercerita tentang rencanamu menikah. Oh, aku seperti patah hati  *ekspresi lebay* hehehhe... tapi, percayalah aku adalah orang yang paling bahagia mendengar itu, bahkan aku sudah sangat tidak sabaran. Sejak saat itu banyak keinginan yang meronta-ronta ingin diwujudkan segera. Banyak hal yang ingin ku cerita kan dan ku lakukan dengan mu sebelum akhirnya kau memulai kehidupan baru mu.

berharap kakak segera memakai pakaian seperti ini lagi
Kakak, aku tahu selama ini aku sering membuat mu kesal, cemas, kecewa, dengan segala tingkah ku. Aku pun manusia biasa, yang cuma bisa terus belajar dan belajar memperbaiki diri. Aku pun demikian, kadang marah, sedih, kecewa dengan segala tingkah mu. Tapi, percayalah aku sangat menyayangi mu dan aku selalu percaya kau pun demikian. Kita hanya duo bersaudara yang unik hahahha. *mulai mewek dan speechless* . . . .  hampir tiga tahun terakhir ini kita terpisah jauh dan banyak yang telah berubah seiring dengan bertambahnya usia kita berdua. Jarak memang paling ampuh mencipta rindu. Dan rindu lah yang paling bisa menyadarkan betapa rasa sayang itu sangat besar. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Aaaaah *mewek lagi*.

“Kakak”, ya ... panggilan itu, aku mungkin hampir tidak pernah mengucapkan itu di hadapan mu. Beberapa orang pernah menanyakan itu dan menasehati ku. Tapi, ya itu lah, aku terlanjur terbiasa memanggil mu dengan nama saja tanpa “kakak”. Kali ini, di hari usia menggenapkan perjuanganmu di angka 27, sepertinya kado yang akan ku berikan adalah panggilan “Kakak” hehehehe semoga kau tidak tertawa nanti mendengarnya. Sejak dua bulan terakhir ini aku sudah mengumpulkan tekad untuk perubahan ini. Kenapa? Aku hanya memikirkan suatu hari kau akan memiliki keluarga kecil, dan akan sangat aneh dan tidak sopan jika aku masih seperti dulu memanggilmu. Tapi, sebenarnya alasan utamanya adalah sudah sejak lama aku memang sangat ingin memanggil mu “kakak” J.

Aku sangat merindukan mu saat ini. Tetiba saja, suasana rumah terbayang-bayang, ada Bapak, Ibu, aku, dan kakak. Yah, kita berdua sedang jauh dari Bapak dan Ibu, kadang aku merasa sedih karena di usia beliau berdua yang sudah cukup membuat kulit mereka keriput, kita berdua tidak bisa berada di dekatnya. Tapi, ini lah perjuangan. Jalan yang sunyi dan berliku. Berharap perjuangan ini bisa membuat mereka berdua bangga, membahagiakan mereka.
Kakak, betapapun hubungan kita selama ini begitu “unik”, aku ingin kau tahu aku sangat sayang dan bangga memiliki mu. Semoga Allah SWT selalu melindungi mu, menerangi dan menuntun jalanmu, meridhoi niatan mu untuk meminang dia... *uuuuhhhuuuukk ^_^  Semoga, segala mimpi mu terwujud, segala perjuangan mu di berkahi. Aamiin aamiin Yaa rabbal ‘alamiin.

Selalu tak cukup kata untuk mengungkapkan bahagia dan harapan. Begitupun bahagia dan harapanku untukmu. Dan doalah yang mampu mewakili semuanya. Doa-doa terbaik selalu untukmu.

Once again, selamat milad Kakak kesayangan, Darul Syahdanul.
^_^

Salam sayang,
Tismi Dipalaya

Malang, 20 Maret 2015

23.02


**NB: ternyata masih ada sisa-sisa kuota internet, akhirnya bisa posting di kanvas ini. thanks to provider andalan--Tri.. yang selalu memberikan bonus kuota 50 Mb tiap bulan heheheheh...

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)