Senin, 23 Maret 2015

Bab-Bab Kehidupan

Sumber: doc pribadi
Kehidupan ini layaknya sebuah buku. Ada bab yang buru-buru ingin kita lewati, ada pula bab yang membuat kita betah berlama-lama tenggelam. Terkadang ada bab yang ingin kita hilangkan, bab penuh catatan merah hitam, kelam berdarah. Mungkin ingin kita sobek begitu saja lalu melemparnya ke tong sampah. Tapi, jika itu kita lakukan buku ini akan tampak cacat, tak utuh. Maka biarkanlah bab itu di situ saja, pada tempatnya. Meninggalkannya dengan sepenggal kata maaf. Mungkin suatu hari kita akan sesekali menjenguknya. Bukan untuk menangisinya lagi tapi sekedar tersenyum atau mungkin tertawa. Menertawakan ke-naif-an atau mungkin kebodohan, apa saja yang terlukis di sana. 

Lalu ada pula bab yang membuat kita terbuai dan mampu menenggelamkan logika dan rasa. Serasa tak ingin beranjak dari sana. Bab yang berisi lautan senyum dan tawa, bahagia. Namun, betapapun bab itu begitu indah bertabur bunga, lembar demi lembar tetap bergerak hingga halaman terakhir bab tersebut menuju bab baru. Bab yang mungkin akan tak jauh beda coraknya, atau mungkin sedikit kelam dan berduri. Kita tak pernah bisa menebak. Demikianlah hidup, tak pernah tertebak. Kita hanya perlu terus berjalan. Membuka lembar demi lembar bab-bab kehidupan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada bab berikutnya, ketika berhenti.

Hidup ini layaknya buku dengan lembaran berwarna warni. Di salah satu bab kita bisa tertawa terpingkal-pingkal, di bab yang lain kita bisa diam membisu membiarkan logika dan rasa berperang bertalu-talu, bahkan di suatu bab yang lain mungkin kita akan tersungkur tak berdaya menghujani  tiap lembarnya dengan air mata pedih. Kita cukup menikmati. Demikianlah hidup, penuh warna, penuh kejutan, cukup kita nikmati saja. Biarkan semua bab demi bab kehidupan itu menyatu dengan aliran darah, meresap menuai makna. Menjadi kenangan, pelajaran, dan berkah.

Hidup ini laksana buku. Kita memulai di halaman pertama yang masih putih. Lalu berbagai corak warna tertoreh di setiap babnya. Hingga pada akhirnya kita tiba pada halaman terakhir. Akan kah sama putihnya? Tak ada yang tahu, selain doa-doa yang terurai di setiap bab yang pernah terlewati.

sumber: Quotes On Images


0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)