Rabu, 06 Agustus 2014

Di suatu siang yang teduh

Me: Bu, maaf... saya tidak ingin menjadi dosen, saya ingin menjadi guru sekolah. Passion saya bersama siswa siswa bukan mahasiswa =.=

Ibu: Nak, jika kau berkata seperti itu artinya kau tidak bersyukur. Saat ini Tuhan memeberimu rezeki untuk kuliah S2 dengan beasiswa calon dosen. Tuhan memberimu jalan. Fokus dan tekunilah. Insya Allah berkah. Jika kau terus-terusan "menolak" apa yang sudah kau jalani ini. Berpindah dari satu keinginan ke keinginan yang lain. Kau tidak akan memperoleh apa-apa. Yakinlah, suatu saat kau juga akan bertemu siswa-siswa mu. Bukankah kau bermimpi ingin mendirikan sekolah? Tekunilah apa yang ada saat ini, belajarlah terus, Insya Allah mimpi mu itu akan tetap bisa kau wujudkan.

Me: *peluk ibu

6 komentar:

perangaisepi mengatakan...

amiiin.

salam untuk ibu :)

siennra s mengatakan...

Memang, harus ada yang menjadi guru, dan harus ada yang menjadi dosen.
Guru membentuk akhlak dan dasar-dasar kepribadian, dosen mennyempurnakan arah penyempurnaan karakter.
Keduanya penting, keduanya gampang-gampang susah. Tapi yang manapun, diberi kepercayaan membentuk pribadi yang baik adalah hal yang luar biasa dan harus dijaga amanahnya.

Saya di posisi yang sama kok, dan saya sangat bersyukur :)
Semoga kamu juga :)

pelukis malam mengatakan...

:)

pelukis malam mengatakan...

Aamiin...
terimakasih pencerahannya :)
semiga kita termasiluk golongan orang2 yang pandai bersyukur aamiin

andi rahmat saleh mengatakan...

Dan tarraaaa kita sama

pelukis malam mengatakan...

Yyyiiiihhhaaaa.... smoga suatu hari kita bisa berkolaborAksi kak ^_^

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)