Rabu, 16 April 2014

Untuk Fitri



Hahahhaha aku sempat blank dan senyum-senyum sendiri di depan kanvas putih ini. Di kepala ku seperti ada slide show potret kita sejak pertama bertemu. Kamu masih ingat pohon ketapang di halaman sekolah kita? Ya. Pohon ketapang yang menjadi saksi pertama kali kita bertemu hehehhe. Kamu tahu, saat itu aku benar-benar merasa takut. Aku memberanikan diri mendaftar di Sekolah Menengah Pertama yang notabene bukan “markas” dari alumni SD ku. Aku takut karena tidak ada teman. Tapi saat itu, kamu orang pertama yang ku kenal dan bersedia menjadi sahabatku hingga saat ini. Tak salah jika hari ini, 16 April 2014 aku ingin bernostalgia mengingat jejak-jejak kita. Hahaha jangan mewek-mewek dulu ya ^^.

2002
Aku menginjakkan kaki di halaman SMP Negeri 2 Bulukumba. Hari itu sebenarnya ibu ingin menemaniku, mendaftar sebagai siswa baru. Tapi, dengan PD nya, aku bilang tidak. “Aku sudah besar, Bu. Aku ingin mandiri.” Kataku waktu itu. Aku masih ingat wajah cemas ibu waktu itu. Beliau memberiku selembar uang seratus ribu untuk membayar biaya pendaftaran siswa baru. “Hati-hati ya, Nak. Uangnya jangan sampai hilang.” Ya. Waktu itu, uang seratus ribu sama nilainya dengan uang sejuta hari ini.
Setibanya di sekolah, aku bertemu dengan teman kecilku, teman semasa TK ku, yang tidak lain adalah teman-teman mu di SD. Mereka pun mengenalkanmu padaku. Hahhaha aku masih ingat wajah malu kita berdua.

Aku beri tahu satu rahasia. Aku diam-diam kagum padamu sejak awal Masa Orientasi Siswa Baru waktu itu. Kamu begitu cerdas, berani, dan percaya diri. Kamu selalu vokal dalam diskusi-diskusi kelas. Kamu lah alasan mengapa aku juga ingin tampil vokal di kelas. Entahlah, saat itu aku tidak pernah menganggap mu sebagai rival. Aku justru semakin kagum, karena tadinya ku pikir kamu anak yang sombong. ^^v
Waktu membawa kita bertemu berbagai wajah. Masa-masa SMP kita lewati dengan belajar-main-belajar-main-dan belajar meski di akhir cerita SMP kita sempat mengukir kisah cinta pertama kita masing-masing hahhahahahha. Kamu masih ingat bagaimana kita beraksi di dapur? Meskipun itu hanya masak indomie-telur atau bakwan ^^. Kamu masih ingat saat kita membicarakan kakak kita masing-masing, cowok yang kita sukai, mimpi-mimpi kita. Aaaaahhh, rasanya saat ini aku ingin memelukmu :*

2005
Aku bersyukur kita kembali satu sekolah. Di semester pertama kita sempat berbeda kelas tapi masih tetanggaan, jadi kita masih sering nongkrong-nongkrong untuk sekedar tertawa dan tertawa. Berikutnya kita kembali berada dalam kelas yang sama. Aaa..... saat ini aku malah merasakan bau kamar mu hahhahahha. Tempat kita sering berbagi cerita, tertawa dan menangis bersama. Mungkin dinding di kamarmu pun saat ini merindukan kita.

2008
Kita benar-benar terpisah. Aku melanjutkan kuliah di Makassar, dan kamu di Jatinangor. Oiya.. kamu ingat saat kita membicarakan jurusan idaman kita? Psikologi! Ya, wkatu itu kita bertekad ingin masuk psikologi untuk mengobati penyakit kejiwaan kita. Aku masih ingat saat kamu mengantarku di malam berselimut hujan menuju rumah salah satu Guru kita hanya untuk mencoret namamu dan menggantinya dengan namaku untuk pendaftaran Mahasiswa Baru jalur PMDK. Ya. Kamu telah memilih IPDN untuk melanjutkan pendidikanmu. Jadilah malam itu takdir ku pun berubah dari Psikologi ke Pendidikan Biologi ^^. Kita selalu mengalami masalah yang sama, isn’t it? Kita adalah anak-anak yang penurut... ^^

Semasa kuliah kita hanya bertemu saat liburan. Sesekali berbicara di telepon, dan itu adalah pembicaraan yang sangat panjang ^^.

2014
Aku dan kamu pasti telah bertemu berbagai macam rupa kawan. Namun, bagiku kau tetap my bestie. Entahlah, mungkin karena kamu adalah sosok yang lembut, pengertian, dan tulus. Jujur saja, kamu tidak pernah setitik pun membuatku kesal. Kecuali sifat leleta mu dulu hahhahahhaha (just kidding). Bagiku kamu teman, sahabat, saudara, yang paaaaaaaaaaaaling baiiiiikk (ya ampuuun ini bukan gombal nah).

Yuuuhuuuuuuu.... mata ini pun sembab.... mewek-mewek..
Sebenarnya aku tidak tahu dan bingung bagaimana merekam persahabatan kita selama ini. And I think these words never enough. ^^
Aku bersyukur dipertemukan Tuhan dengan mu di bawah pohon ketapang itu. Aku bersyukur kita disatukan dalam ikatan persahabatan hingga saat ini. Mungkin aku pernah membuatmu kesal, maafkanlah karena sesungguhnya tak pernah ada niat membuatmu kesal atau sakit hati....
Doa ku di hari mu ini, semoga persahabatan kita kekal, semoga segala yang kau rapalkan dalam doa mu hari ini dikabulkan Yang Maha Kuasa. Semoga kerberkahan dan rahmaNya selalu menyertai langkahmu. Semoooooogaaaaaaaaaa cepat bertemu jodoh ^^.
Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Always miss u
My Best Friend Forever

Fitriani





1 komentar:

Wawank mengatakan...

Untuk saya ada?

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)