Minggu, 27 April 2014

[jika] aku ingin menghilang

Seperti ingin menghilang saja atau mungkin ber"disaparate" ke mana saja secara acak. Yang penting menghilang. Apa kah ini sebuah ke-putus-asa-an? Atau aku hanya ingin kau merasakan hadir ku. Entahlah.
Aku mulai memikirkan parallel world. Apa yang terjadi dengan KITA di sana. Apakah jari-jari kita saling bepelukan dan tersenyum? Mungkin iya. Anda saja aku berhasil mengunjungi mereka saat itu, aku pasti akan sangat cemburu melihat mereka. Kau dan aku di parallel world itu. Tersenyum seperti dulu.
Jauh sudah waktu membawa kita. Aku tidak tahu apakah saat ini kita berada di separuh perjalanan ataukah aku dan kau masing-masing justru berada di ujung jalan.
Jarak. Katamu kita perlu jarak untuk saling menenangkan. Katamu jarak selalu menghadiahkan kerinduan. Tapi, itu katamu. Dulu. Hei, apakah kau meyakini katamu itu? Atau bahkan kau sendiri membiarkan kata itu menguap.
Tetiba saja aku merindukan spion motormu. Dari sana aku bisa menemuimu sepuasnya. Di sana pula ku temukan kau dalam berbagai musim. Aku menikmatinya meski tanpa kata terucap.
Ah, jika saat ini aku menghilang apakah kau akan mengabadikan spion itu untuk ku? Atau mungkin kah kau akan terus menatap spion itu mencari bayangku? Dulu, aku dengan segenap keyakinan akan menjawab "iya" jika pertanyaan itu muncul. Tapi kali ini, aku tidak punya segenap keyakinan untuk sekedar menjawab "iya". Aku hanya bisa bertanya "mungkinkah?" Dan yangbbisa menjawabnya hanya hatimu.
Aku tidak tau kemana arah lukisan ku kali ini. Aku hanya menggerakkan kuas ke sana ke mari. Kubiarkan ia menari bersama tetesan air yang mengalir dari pelupuk mata.
Jika aku menghilang, apakah air mata mu juga akan menari seperti ini? Jika aku menghilang... apakah CeritaKita masih kau tuliskan?
Aku ingin menghilang seperti malam yang tertelan pagi jika itu bisa menghangatkan mu.

1 komentar:

Nursyamsi SY mengatakan...

Wow

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)