Jumat, 01 Maret 2013

[Review] I AM NUMBER FOUR

Apa yang kau rasakan jika harus terus berganti identitas, tinggal dan berbaur di sebuah kota kecil dan terpencil tidak lebih dari tujuh bulan selama 10 tahun terakhir? Muak! Yah, itulah yang dirasakan John Smith—ini adalah identitas terbarunya. 10 tahun yang lalu, John beserta 8 anak-anak Lorien lainnya didampingi dengan masing-masing satu orang penjaga (Chepan) mendarat di Bumi, saat itu  ia berusia 7 tahun. Tidak banyak yang ia ingat tentang masa lalunya. Yang ia tahu, planetnya—Lorien—hancur karena serangan Mogadorion. Membantai seluruh makhluk di planet tu. Menjarah sumber daya alamnya. 9 anak-anak Lorien yang dikirim ke Bumi terikat oleh mantra, mereka tidak bisa dibunuh oleh Mogadorion secara acak, harus sesuai dengan urutannya kecuali mereka bersama. Oleh karena itu, mereka harus tetap berpencar dan bersembunyi, menunggu hingga Pusaka mereka berkembang dengan baik dan siap melakukan peperangan.
Nomor Tiga telah tewas, Jhon bisa merasakan itu, dari goresan di pergelangan kakinya—sebuah tanda yang menghubungkan mereka ketika salah satunya tewas. Di sana ada goresan baru. Sekarang jumlahnya ada tiga. Dan Jhon adalah Nomor Empat. Berikutnya adalah gilirannya.
Jhon dan Henry—Chepan Nomor Empat—tiba di sebuah kota kecil yang baru, Paradise. Jhon kembali bergaul seperti biasa. Rumah baru, Sekolah baru, teman baru, semuanya. Namun, Paradise sepertinya memberikan suasana yang berbeda dari kota-kota sebelumnya. Di kota ini, Jhon menemukan sahabat, Sam, si penggila teori konspirasi dan tertarik dengan dunia Alien. Cinta pun bersemi di atas dinginnya Paradise. Jhon jatuh cinta pada Sarah. Jhon tidak bisa menafikkan itu. Dan seperti layaknya Loric yang lain, mereka hanya jatuh cinta satu kali dan akan setia pada rasa itu.
Apa jadinya jika identitas Jhon terbongkar? Sam dan Sarah yang harus terlibat peperangan melawan Mogadorian. Kematian Henry dan kehadiran Nomor 6. Semua memaksa Jhon untuk tidak bersembunyi lagi. Tapi menghadapinya.
I AM NUMBER FOUR, sebuah novel fantasy yang penuh aksi menegangkan. Membuat kita penasaran untuk terus membalik lembaran demi lembaran. Novel yang merupakan karangan Pittacus Lore—setidaknya itu yang tertulis di sampul—ini menyajikan deskripsi yang detail tentang keberadaan Planet lain yang bisa dihuni selain Bumi, Lorien dan Mogadorian. Memberikan falsafah hidup bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan planetnya (lingkungannya) hal ini ia gambarkan dengan cara hidup orang Lorien—Loric—yang ramah lngkungan, mereka sadar bahwa planet itu bisa marah jika terus-menerus dieksploitasi dan hanya akan berujung pada kematian planet itu.
Dalam novel seri pertama dari The Lorien Legacies ini sangat menonjolkan satu pesan yang mendalam dan kuat yang dihadirkan pada saat-saat yang tepat hingga kita sebagai pembaca turut tersadar dan yakin akan hal tersebut. Bahwa selalu ada harapan, jangan putus asa, jangan pernah berputuh asa. Saat kau kehilangan harapan, dan segalanya pun musnah. Saat kau pikir semua telah berakhir, ketika segala sesuatu tampak buruk dan sia-sia, harapan itu selalu ada [hal 143].
I AM NUMBER FOUR adalah novel fantasy yang menurutku dibangun dengan totalitas pengarangnya. Hal ini terlihat dari bagaimana ia mendeskripsikan sejarah Lorien beserta keindahan dan sumberdaya alamnya yang kaya. Bagaimana ras Loric membantu manusia Bumi mengembangkan peradaban bumi. Bahkan, novel ini mengklaim bahwa tokoh-tokoh yang berpengaruh di Bumi seperti Enstein, Leonardo da Vinci, Mozart, Thomas Edison, Picasso, Gandi, dan Winston Churchill adalah bagian dari mereka, ras Loric. Hal ini dijelaskan pada Surat dari Tetua Lorien, bagian akhir dari novel ini—semacam attachment.
Pittacus Lore sendiri mengaku bahwa ia adalah Pimpinan Tetua Loric dari Planet Lorien (hal 489). Dia berada di Bumi saat ini menyiapkan peperangan 6 anak Lorien yang tersisa melawan Mogadorian. Sungguh sebuah totalitas, karena hingga saat ini identitas pengarang novel ini belum terungkap---setidaknya itu yang kutahu ^^. Ia masih bersembunyi di balik Nama Pittacus Lore. Atau mungkinkah semua cerita ini benar? Novel ini betul-betul mempengaruhiku yang menyukai alam imaji ^^.  

*sebuah catatan di halaman judul:

PERISTIWA-PERISTIWA DALAM BUKU INI
BENAR BENAR NYATA.  

NAMA DAN TEMPAT DIUBAH DEMI MELINDUNGI
ENAM LORIEN YANG BERSEMBUNYI.  

ANGGAP INI PERINGATAN PERTAMA.  

PERADABAN LAIN MEMANG ADA.  

BEBERAPA DI ANTARANYA MALAH
INGIN MENGHANCURKANMU.        

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)