Rabu, 27 Juni 2012

Se-Biru Laut dan Malam

Malam itu, tak ada taburan bintang di langit. Mereka bersembunyi di balik awan gelap.  Hanya beberapa yang tersenyum malu-malu. Dewi malam pun hanya menampakkan sebagian wajahnya. Tak ada purnama. Tapi, bagiku malam itulah malam yang sangat tenang. Se-tenang ombak laut dihadapanku. Se-lembut angin malam membelai.  Se-hangat genggaman tanganmu.

Malam selalu memberi ketenangan. Menentramkan hati dan pikiran. Membuat rasa yang membuncah dalam dada berhasil mendobrak rusukku. Dan laut selalu biru hingga malam ini. Luas. Lepas. Ia selalu memberi kebebasan. Menatapnya jauh hingga ke horizon yang nyaris tak terlihat membuat pikiran bergerak sebebasnya. Bukan liar. Tapi bebas. Melepaskan segala beban yang sejak lama menggantung. Alhasil, kata pun mampu mengalir mengikuti pikiran dan rasa. 

Kurebahkan kepalaku di pundakmu. Tangan kananmu merangkul bahuku. Kita pada sebuah bangku kayu tua menatap ke depan lepas dan bebas. Satu per satu kata terurai. Tentang pengakuanku. Tentang hitam yang pernah menyelimuti hati. Tentang lara dan resah yang membayangi. Tentang mentari yang kan tersenyum kala esok kita raih. Tentang sebuah istana yang kita impikan. Tentang, aku dan kau. Bukan. Tapi tentang kita! 

Kau tertawa. Lepas dan bebas. Kau bahagia. Sorot matamu berkata seperti itu. Aku bahagia. Aliran hangat yang melintasi pipiku berkata begitu. Bahagia, selalu. Aku ingin selalu membuatmu bahagia.
Jemarimu menyelinap di sela jemariku. Melekat. Erat. Dan tak akan kulepaskan. Aku selalu percaya dengan kekuatan hati. Hati yang yakin. Semua akan mampu kita lewati hingga hari itu tiba. Hari dimana mimpi menjelma ke alam nyata. Hari dimana aku bisa menikmati senyum mu setiap saat.
#optimism










6 komentar:

Wawank mengatakan...

ku Amiiinkan harapan yg ada dalm tulisn ini..

#optimism

pelukis malam mengatakan...

amiiiinn :)

Kliknans mengatakan...

tulisannya sekilas seperti sajak yang di runtutkan ya...
semoga harapannya tercapai.. #KeepOptimism :D

insani cita mengatakan...

ikut bilang amin ya....

pelukis malam mengatakan...

@insani cita: amin...makasi yaaaa :)

@Kliknans: kata mengalir begitu saja mengikuti senandung rasa dan pikiran :)... amin.. makasi doanya :)

Outbound di Malang mengatakan...

amin ya rabbal alamin :)

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)