Jumat, 20 Januari 2012

Melukis Mimpi dalam Gelap Malam

Salam perubahan!

Hamparan bintang bergelantungan pada tirai hitam. Beberapa kumpulan awan turut menghiasi langit milik para pemuja malam. Dihadapanku, terhampar genangan air begitu tenang. Danau. Tak ada riak. Pantulan cahaya lampu jalan memberi keindahan tersendiri bak lukisan. Beberapa pria berumur dengan keriput disekujur tubuhnya terus mendayung sampan dan melemparkan jaringnya berharap ada yang dibawa pulang untuk wajah-wajah bahagia dalam gubuknya. Sesekali rerumputan di sekeliling danau menari terbuai sepoinya angin malam. Serangga-serangga malam mulai bernyanyi membuat malam menjadi semakin syahdu. Meski suara mesin kendaraan bermotor menderu-deru, nyanyian alam tetaplah menempati ruang khusus untuk diterjemahkan.

Purnama tak nampak malam ini, namun bagiku ini tetap menjadi salah satu lukisan terindah. Satu hal yang lebih berperan menjadikan malam ini begitu berbeda dari malam sebelumnya selain hiasan-hiasan tadi. Kehadiran mimpimu dan mimpiku. Mimpi kita.

Tadinya, sekelumit harapan yang ku sebut mimpi itu hanya menggenang di alam ide.  Tak pernah ada keberanian untuk mengeluarkannya dari penjara konsep. Bukanlah sebuah kebetulan kita duduk di sini menikmati indah malam. Alam mulai merespon irama-irama dari mimpi yang kita bangun. Di sini, di balik rerumputan, di tengah hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, kita duduk bersama mengurai mimpi. Falsafah-falsafah hidup kita eksplorasi. Gagasan demi gagasan kita benturkan. Satu komitmen pun terpatri dalam hati. Sebuah Perubahan!!! 

Semua energi negatif bertransformasi menjadi energi positif.  Optimisme menggerogoti hati dan pikiranku.  Inilah saatnya bergerak, melangkah, meraih mimpi. Cobaan kemarin bukanlah sebuah kebetulan. Tuhan selalu punya rencana yang matang untuk makhluknya. Tuhan menghadiahkan cobaan untuk menempa dan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang HEBAT!!

Semoga lukisan ini kelak menjadi prasasti dari sebuah transformasi mimpi  menjadi realita. Harapku, Niat yang tulus menjadi benang merah dalam setiap langkah kita ke depan.

*bismillah...

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)