Jumat, 26 Agustus 2011

Jawaban Keraguanmu...

hm...

*satu menit berlalu...

**satu jam berlalu...

hening

Diam. Masih ku terdiam di sini. tak mampu mengurai rasa yang begitu dahsyat menggedor-gedor jantungku seperti ingin mendobrak tulang rusuk ini.

Kaku. Tangan ini begitu kaku menyentuh tuts-tuts yang sedari tadi berteriak tak sabar mengurai semuanya.

Semuanya bersinergi membuatku mematung. Namun malam ini, sosok mu masih dan selalu bergentayangan di otak ku menjelajahi neuron-neuron ku. Membuat mata ini kering tak mampu terpejam. Ku coba menggerakkan jemariku melukiskan huruf demi huruf. Berharap mampu memberimu secuil keyakinan akan rasa ku.

Masih tentang rasa itu. Ku tahu kau tak yakin akan sebuah pengakuan yang kutitipkan pada bintang malam itu. Ku sadar kau ragu akan keberadaan dia dalam ruang rindu ku. Ku tak ingin menafikkan keberadaanya dalam sebuah ruang di hati ini. Dia, kau, ataupun mereka berada dalam ruang tersendiri. Ruang yang kalian bentuk dengan sendirinya. Hitam atau pun putih, semua tercipta dalam ruang itu. Bahkan ketika pemilik ruang itu tak lagi menginginkannya, tak lagi menjaganya, ruang itu tetap ada. Mungkin kau menganggap betapa mudahnya aku memberi kebebasan untuk menguasai ruang itu. Tentunya tak sebebas yang kau bayangkan. Ku beri "kebebasan" itu dengan alasan tak ada yang benar-benar sama di antara kita sebagai manusia. Dirimu dan dirinya jelas berbeda. Kalian membawa warna tersendiri. Dan aku hanya ingin warna-warna itu mengajariku arti cinta.



dan suatu ketika kau melontarkan tanya padaku akan sebuah harap untuknya....
Entah sejak kapan aku mampu berkata TIDAK untuk itu. Mungkin sejak aku memohon petunjuk-Nya.
Ya. Tuhan menjawab doa ku. Memberi ku keyakinan dan kekuatan akan jalan yang telah ku pilih jauh sebelum ku sadari rasa ku untuk mu. Jadi jangan pernah kau merasa berdosa akan rasa mu. Jangan pernah kau menganggap beban yang terlukis di mataku adalah salahmu. Tidak!

"Orang yang kumaksud adalah kau yang saat membaca ini merasakan hal yang berbeda dengan orang lain.."

Ya. Aku merasakan hal yang berbeda saat huruf demi huruf yang kau titipkan pada angin kala itu coba ku urai dalam sepi ku. Malam itu tak ku hiraukan lagi logika ku yang luluh lantah. Yang terbersit di hati ini adalah mengaku! ku ingin mengakui bahwa aku merasakan hal yang berbeda seperti yang kau maksud. Merasakan sesuatu yang aneh seperti tegangan berjuta volt mengaliri tubuhku ketika ku telusuri satu per satu makna di balik kata pada kertas lusuh yang sering kau titipkan.

Tentang dia...
Dia adalah bagian dari masa lalu yang tak mungkin kulupakan seutuhnya  
Bukan rasaku padanya yang tertinggal dalam ruang itu
Bukan pula asa ku tuk bersamanya kembali
Tapi kenangan tentangnya
Kenangan itu tetap tersimpan rapi
Kenangan yang ku jadikan pelajaran berharga
Bukan untuk memelihara rasa ku untuknya
Tapi untuk memelihara jalan ku 
Hingga tak terjatuh pada kesalahan yang sama


Tentang mu...
kau hadir dalam bayang yang tak pernah ku sadari sebelumya
kau diam-diam menyusup dalam ruang yang tadinya gelap
hingga kini menjadi berwarna
kau membuat logika ku terbantahkan
oleh sebuah rasa yang pelan-pelan menggerogoti hati ku
kau menitipkan ketulusan 
menyentuh nurani ku dengan cinta
...


Satu hal yang ku pahami dari jalan yang telah ku lalui; ketika rasa itu telah patah hingga di titik nadir lambat laun akan hilang bagi mereka yang mencoba melepaskan... dan tak akan berhenti sampai di situ, semuanya masih berlanjut... seperti kata pepatah life must go on! perlahan benih-benih baru akan tumbuh bagi mereka yang percaya dan semuanya akan berganti... begitulah siklus cinta yang ku pahami ^^

#
kau mengobati...mencuri...dan lupa mengembalikan hatiku...!!
dan ku harap kau lupa untuk selamanya..^^v

12 komentar:

ceritaKu mengatakan...

Saya mungkin akn amnesia..., ^^V

pelukis malam mengatakan...

yakin??yakin??

Eko Syamsuharlin mengatakan...

asiikkk skalee,,,,,

Eko Syamsuharlin mengatakan...

tismi, follow balik Blog ku yah...!! Ni Linkx

http://angka-7.blogspot.com/

maghvyy mengatakan...

Bener timmie... Life must go on...
Kalau tidak dengan dia, dengan "dia" saja :D

pelukis malam mengatakan...

@eko: oke....done... ;)

@mage: klo bukan skrg kpn lagi... #nahLo... (┌','┐)lagi... #nahLo... (┌','┐)

pelukis malam mengatakan...

@eko: ok...done...

@mage: klo bukan skrg kpn lagi.. #nahLo (┌','┐)

ceritaKu mengatakan...

Yakinlah.......!!!!

Anonim mengatakan...

numpang baca2 mi nahh./

Chikolah mengatakan...

lewat dan baca ...
hmmm ^_^
lam kenal
link back yah

pelukis malam mengatakan...

lam kenal balik :)

*datang lagi ya ^^

mutmainnah Latief mengatakan...

:)
posisinya dia dan kamu dalam cerita ini.
Dia itu tukang pinjam dan yang jadi kamu itu pencuri.
tapi dalam konteks ini pencuri jauh lebih baik dari peminjam.
:D

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)