Sabtu, 30 Juli 2011

M.A.A.F

Pagi ini ku telusuri tepi pantai sambil mengingat-ingat kata demi kata yang terpampang di dinding Facebook ku semalam. Sejuknya pagi menerobos ruang-ruang otakku mencoba meluruskan untaian saraf yang terkoyak oleh rasa kecewa.

"TOLONG BUAT STATUS YANG
MEMBERIKAN EMPATI DE' , KAMU TUH KAYAK GAK ADA HATI AJA ,BERBELA SUNGKAWA KE '. INI BUKAN FILM, BUKAN IMAJINASAI, TAPI REALITAS. SILAHKAN DATANG BERKONTRIBUSI !!! MAAF YA , KAMI SEBAGAI TETANGGA KORBAN MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN STATUS TA '.BAGAIM ANA KAU RASAKAN ORANG KEHILANGAN RUMAH, NYAWA , KEBAKARAN RAGA, KEHABISAN UANG . SEMOGA ENGAKU TAK MERASAKANN YA..."

Bak suatu tamparan mendarat telak di pipi. Memerah. Perih. Membekas. Suatu justifikasi terhadap sikap ku yang mungkin memang telah melampaui batas.

Ya. Tragedi kebakaran itu membawa luka bagi siapapun. Malam itu langkah terhenti tepat di hadapan api yang menjilati rumah itu. Mungkin aku tak terlihat diantara puluhan orang yg turut menyaksikan kejadian itu. Mungkin aku bisu hingga tak satu pun kata empati keluar dari bibir ku yg beku menyaksikan kejadian itu. Kenapa? Ku pikir kau telah bersama orang-orang yang tepat. Kehadiranku mengkin tak kan berarti apa-apa. Cukup Tuhan yang mengerti kecemasanku saat itu.


Aku terlalu naif menganggap kata-kata itu tak begitu penting karena terkadang mengurangi bahkan melebihkan makna sebenarnya. Tapi mungkin untuk kasus ini teori itu tidak bisa digunakan.

Maaf...
Ya. Hanya itu yang mampu ku ucapkan. Meski rasa kecewa sempat menyayat tepat di jantung karena orang yg kuanggap telah mengenalku lebih baik diantara orang-orang di luar sana pada kenyataannya hanya memandangku sebelah mata.

Mungkin beliau benar. Aku tidak peka.

Sudahlah... Aku tak ingin berapologi terlalu jauh.
Pagi ini ku hela nafas dalam-dalam..
Berharap kecewa itu lepas bersama angin. Ku anggap ini suatu pelajaran yang berharga di awal Ramadhan ini.

Sekali lagi maaf untuk mereka yang terluka karena kebodohanku


Di tepi Pantai La Mario, Parepare, 31 Juli 2011, 7:23 AM.



posted from Bloggeroid

9 komentar:

Bocah-bocah.. mengatakan...

Ya.., seperti itulah.!!!

Biarkan semuanya berlalu,ambil positifnya buang negatifnya.

Kalau ada yg bilang, tdk cemas atau tdk empatiki..., santai aja..!!

Sy yg tau cemas ta' waktu itu.., hehehehe.

OK.....

*Bilang aja OK...,
Tarik nafas dalam2...,to say OK

pelukis malam mengatakan...

OK..!!!

thanks dek nah ;)

*terharukuuuu

hehehehe....

Bocah-bocah.. mengatakan...

:D

pelukis malam mengatakan...

bagiku kau bukan bocah-bocah...
karena kau lebih dewasa ternyata...

selamat menjadi org tua...!!!
hahaahahahaha

;D
bagiku kau bukan bocah-bocah...
karena kau lebih dewasa ternyata...

selamat menjadi org tua...!!!
hahaahahahaha

;D

Dian_Ristan mengatakan...

who is BOCAH-BOCAH??

TAKE A DEEP BREATH dek....

I know who you are. sama sekali tak ada sedikitpun niat lain dalam statusmu. mungkin DIA-nya yang masih sedikit labil dan sensitif setelah kejadian malam itu. jadi kita yang fikirannya lebih stabil, maklumi saja.

heheh
itumi akibatnya kalo sering ambigu... hahaha
#justkidding.

pelukis malam mengatakan...

terlalu sering ambigu...

ya ya ya ya.....

mungkin harus dipilah-pilah kasusnya untuk menuliskan sesuatu yg ambigu

;)

Bocah-bocah.. mengatakan...

Kemarin itu, pas kejadian itu. Ada dua bocah ingusan, eh.., beberapalah.!!

Yang pancing main humor., sampai keluar istilah2 sprti itu.!! Santai aja lah..

Tuh.., bocah-bocah masih masih asyik main bola.!!!

Kalau mau sumber salahnya, ada sama2 bocah-bocah...

pelukis malam mengatakan...

hahhahahahahaha

ooh... bocah-bocah itu toh maksudnya??

;))

#ajaib

ntah dari mana datangnya
mungkin dari langit..!!!
('' )( '')hahhahahahahaha

ooh... bocah-bocah itu toh maksudnya??

;))

#ajaib

ntah dari mana datangnya
mungkin dari langit..!!!
('' )( '')

Bocah-bocah.. mengatakan...

:D

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)