Senin, 08 November 2010

PEMBUAHAN YANG PENUH BERKAH

Kecerdasan, keshalehan, dan kesempurnaan keturunan adalah hasil dari sebuah proses yang harus dijalani dengan pengetahuan, keikhlasan, dan kesabaran orang tua. Setiap manusia memiliki fitrah yang sama, hanya saja perkembangan selanjutnya amat bergantung kepada proses pengasuhan dan pendidikan yang semestinya dimulai semenjak proses pembuahan belum dilakukan. Konsep ini mungkin dapat dikenal sebagai “early education initiation”, proses menginisiasi pendidikan anak secara dini. Maka salah satu syarat seorang wanita dapat tampil cantik sebagai pribadi yang sempurna, pendidikan dan aksepsi pengetahuan dalam proses pembuahan, kehamilan, persalinan, menyusui, dan pendidikan sampai tahapan juvenile haruslah diterapkan dan dijalankan secara sistematis. Tahapan perkembangan dan ciri biologis yang dapat diamati pada janin di dalam rahim adalah sebagai berikut (dikutip dan dikembangkan dari blog dr. Liza dari STAIN Cirebon yang antara lain mengutip dari Genetika, Suryo):

Secara umum, proses kehamilan yang dialami kaum wanita tidak lebih dari 40 minggu. Para ahli biasanya membagi tahapan usia kehamilan menjadi 3 trimester. Hal ini bertujuan membantu mengelompokkan waktu perkembangan, sehingga mudah untuk mempelajari proses fisiologis pembentukan janin. Berikut ringkasan dari tahap-tahap dalam perkembangan prenatal.
 
Minggu 1
Minggu pertama merupakan perkembangan awal sejak ovulasi sampai implantasi (proses penanaman sel telur yang telah dibuahi ke dalam selaput lendir rahim yang telah dipersiapkan secara khusus). Dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang dipancarkan ke dalam saluran kelamin wanita, hanya satu yang lolos untuk melakukan proses pembuahan.
 
Minggu 2
Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula. Pada minggu kedua ini, diperkirakan embrio berukuran 0,1-0,2 mm.
 
Minggu 3
Pada hari ke-15 sampai ke-17, embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. Hanya dalam hitungan hari, yaitu pada hari ke-17 sampai ke-19, ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm. Di minggu ini, cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. Bahkan, pada hari-hari terakhir saat cikal-bakal jantung janin mulai terbentuk, ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm. Pembentukan mata pun mulai terjadi, meski rongga mata baru akan tampak jelas di minggu ke-6. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi calon bayi. Di kedua sisi tubuh embrio tumbuh suatu tonjolan kecil berupa sekelompok sel yang merupakan cikal-bakal tangan. Selang beberapa hari kemudian, saat tunas tangan memipih, pada kedua sisi tubuh sebelah bawah muncul tonjolan serupa yang merupakan cikal-bakal kaki. 


Minggu 4
Dengan ukuran sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak beserta bagiannya sudah bisa dibedakan yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing. Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikalbakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau ari-ari juga terbentuk pada minggu ini.
 
Minggu 5
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Sistem saraf pusat, otot dan tulang mulai dibentuk. Begitu pula dengan kerangka. Bahkan pada akhir minggu ke 5 gelombang otak janin sudah dapat teramati dengan piranti Electro Enchepahalograph (EEG).
 
Minggu 6
Saat ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak.
 
Minggu 7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.
 
Minggu 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi. Jika kita bisa melihat, ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Bronkus, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
 
Minggu 9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun ibu hamil tak merasakannya. Dengan Doppler, kita bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
 
Minggu 10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
 
Minggu 11
Panjang tubuhnya sudah mencapai sekitar 6,5 cm. Janin sudah mampu melakukan gerakan demi gerakan dari tangan dan kakinya, termasuk gerakan menggeliat. Gerakangerakan ini baru bisa dirasakan ibu sekitar kehamilan 18 minggu. Janin pun sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan.
 
Minggu 12
Panjang janin sekarang sekitar 6,5-8 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bay menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Semua organ vital telah terbentuk. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, bayi dapat mengisap lengannya tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.
 
Minggu 13
Panjang janin dari puncak kepala sampai bokong sekitar 65-78 mm dengan berat kira-kira 20 gram. Rahim dapat teraba kira-kira 10 cm di bawah pusar. Pertumbuhan kepala bayi yang saat ini kira-kira separuh panjang janin mengalami perlambatan dibanding bagian tubuh lainnya. Perlambatan ini berlangsung terus, hingga pada akhir kehamilan akan tampak proporsional, yaitu kira-kira tinggal sepertiga panjang tubuhnya. Kedua cikal bakal matanya makin hari kian bergeser ke bagian depan wajah meski masih terpisah jauh satu sama lain. Sementara telinga bagian luar terus berkembang dan menyerupai telinga normal. Kulit janin yang masih sangat tipis membuat pembuluh darah terlihat jelas di bawah kulitnya. Seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut halus yang disebut lanugo. Tulang belulangnya sudah terbentuk di minggu-minggu sebelumnya dan di minggu-minggu selanjutnya akan menahan kalsium dengan sangat cepat, hingga tulangnya jadi lebih keras. 

Minggu 14:
Panjangnya mencapai kisaran 80 mm atau 8 cm dengan berat sekitar 25 gram. Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Mata pun telah mengarah ke posisi sebenarnya. Leher berkembang lebih nyata, hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya.
 
Minggu 15:
Panjang janin sekitar 10-11 cm dengan berat kira-kira 80 gram. Kehamilan semakin terlihat. Kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar karena mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaran rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di daerah perut, payudara, bokong dan panggul. Pada masa ini indera pengecap sudah mulai dapat merasa.
 
Minggu 16
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Sistem pencernaan janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Pada usia ini, janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari luar kantong ketuban. Termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara di luar diri si ibu, seperti suara gaduh atau teriakan maupun sapaan lembut.
 
Minggu 17:
Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Pada masa ini bayi sudah dapat bermimpi saat ia tidur. Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu
ini dan minggu-minggu berikutnya.
 
Minggu 18
Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.
 
Minggu 19
Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, tetapi bisa juga mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.
 
Minggu 20
Memasuki bulan ke-5 ini, panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260 gram. Janin sudah mengenali suara ibunya. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak. Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.
 
Minggu 21
Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan. Ia pun sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 18-20 cm.
 
Minggu 22
Indra yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.
 
Minggu 23
Walaupun lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, akan tetapi kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia mulai terbiasa menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram.
 
Minggu 24 
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang.
 
Minggu 25
Berat bayi kini mencapai sekitar 600-700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Ia sudah mampu menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan mengalami cegukan.
 
Minggu 26
Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit. Mata yang semula menutup mulai membuka dan mengedip. Bulu mata mulai berkembang, begitu pula dengan rambut di kepala.
 
Minggu 27
Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak. Pada minggu pertama trimester ketiga ini, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan.

Minggu 28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh.
 
Minggu 29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menstimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
 
Minggu 30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.
 
Minggu 31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban.
 
Minggu 32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik jika di dilahirkan pada minggu ini.
 
Minggu 33
Beratnya lebih dari 2000 gram dan panjangnya sekitar 43 cm. Vernix yang menutupi kulit bayi sudah cukup tebal. Paru-parunya hampir matang dan ia terus berlatih pernafasan setiap hari. Pada minggu ini, ia mulai berada di dalam posisi kelahiran.
Proses tumbuh kembangnya manusia berawal dari sebuah sel telur yang dibuahi sel nutfah. Dengan sangat cerdas, sel telur menerapkan mekanisme seleksi yang ketat untuk mendapatkan calon mitra terbaik. Dengan kecerdasannya pula sel membelah dan membagi dirinya dalam suatu sistem organisasi yang rumit. Setiap sel seolah mengetahui peran dan fungsi keberadaan dirinya. Tentu saja, di balik keteraturan ini terdapat sebuah rancangan mekanistik yang sempurna. Dalam proses membentuk organ-organ tubuh yang berbeda, setiap sel akan mengubahsuaikan dirinya menjadi sel yang dibutuhkan lingkungannya. Demikian pula ketika membentuk jari-jemari, sebagian sel menuruti peran untuk “meninggal” secara bermartabat (apoptosis) agar tercipta sela antar jari.
 
Minggu 34
Bayi yang dilahirkan pada minggu ini, paru-parunya sudah cukup matang. Beratnya mencapai 2250 gram dengan panjang 32 cm sehingga ia sudah mampu bertahan hidup tanpa bantuan peralatan medis.
 
Minggu 35
Secara fisik bayi berukuran sekitar 45 cm dengan berat 2450 gram. Namun yang terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya. Ini sangat penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life viability atau kemampuan bayi untuk bertahan hidup. Kematangan fungsi paru-paru ini sendiri akan dilakukan lewat pengambilan cairan amnion untuk menilai lesitin spingomyelin atau selaput tipis yang menyelubungi paru-paru. Selain itu, lemak sudah disimpan di seluruh tubuh terutama sekitar bahu. Gerakannya semakin berkurang karena ukurannya yang semakin besar.
 
Minggu 36
Tinggal beberapa minggu lagi bayi dilahirkan. Baratnya sudah mencapai 2750 gram. Asupan kalsium membantu kerangka bayi lebih kuat tetapi masih cukup lembut untuk melewati jalan lahir.
 
Minggu 37
Meskipun sudah cukup bulan, bayi masih terus berkembang. Ia mulai menghasilkan kortison, hormon yang membantu kematangan paru-paru untuk mengambil udara tanpa bantuan.
 
Minggu 38
Beratnya sekitar 3100 gram dan panjangnya 35 cm. Lemak masih diproduksi meski tingkat pertumbuhannya mulai melambat. Jika bayinya laki-laki, testikel telah turun mendekati skrotum. Jika bayinya perempuan, alat kelaminnya telah berkembang sempurna.
 
Minggu 39
Karena beratnya 3250 gram, ia memenuhi rongga rahim. Tali pusat yang membawa nutrisi dari plasenta panjangnya 50 cm dan tebalnya 1,3 cm. Karenanya tali pusat bisa melilit bayi.
 
Minggu 40
Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram. Betul-betul cukup bulan dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya sudah turun ke skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora (bibir kemaluan bagian luar) sudah berkembang baik dan menutupi labia minora (bibir kemaluan bagian dalam). Apabila kita hitung, pada akhir proses pertumbuhan embrio menjadi seorang manusia, beratnya mencapai sekitar 8 juta kali lebih besar dibanding berat sel telur yang membentuknya.

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)