Kamis, 28 Oktober 2010

FISIOLOGI REPRODUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita adalah representasi sekaligus bukti tentang Kemahaperencanaan Allah. Jika hanya satu sistem diciptakan dan dapat berjalan, mungkin itu masih sebatas wajar. Tetapi jika beberapa sistem dengan fungsi dan struktur organ yang berbeda dapat bersinergi dan saling mengisi, itu baru hebat. Demikianlah sistem reproduksi, mulai dari sistem endokrinologi yang mengatur hormon, sistem persyarafan dan pengambilan keputusan (otak), indung telur, rahim, dan jalan lahir, semua bersatu bahu-membahu untuk mewujudkan niat yang satu. Niat melahirkan generasi utama, generasi istimewa: kuntum ghoru ummatin ukhrijat lin nas. 
Kelenjar hormon bahumembahu bergotong royong untuk memproduksi hormon reproduksi secara seimbang dan sesuai waktu. Maka seorang wanita kemudian akan mengenal sebuah siklus yang disebut siklus menstruasi atau siklus haid. Benih calon pemimpin ummat yang istimewa juga harus dipersiapkan secara eksklusif. Dalam 1 bulan sang calon pangeran ini hanya dilepaskan satu kali saja. Rentang waktu yang tercipta dan siklus hormonal yang berulang ternyata terkait dengan serangkaian persiapan lain yang bersifat fungsional. Naik turunnya hormon jadi semacam kalendar yang menentukan kapan seorang wanita menjadi jauh lebih cerdas untuk belajar. Kapan ? Dari hari terakhir haid sampai pertengahan bulan atau masa pasca ovulasi. Mengapa ? Karena pada saat itu hormon estrogen, dan LH, serta sebagian progesteron sedang dalam perjalanan menuju puncak. Perjalanan ini berimplikasi pada terjadinya optimasi kapasitas otak dan proses neuroregenerasi alias pembaharuan sel-sel otak. Kok bisa ? Ya bisa dong, karena pada sat yang bersamaan terjadi pula regenerasi sel-sel dinding rahim sebelah dalam yang disebut endometrium. Efek stimulasi pertumbuhan oleh faktor-faktor pertumbuhan bersifat sistemik alias dialirkan melalui pembuluh darah ke segenap penjuru tubuh. Akibatnya masa setelah haid sampai puncak ovulasi adalah masa-masa seorang wanita mendapatkan kesempatan memperbaiki dan memperbaharui diri. Terkadang haid justru disesali karena dianggap hendaya yang menggangu dan tidak produktif. Tapi bagi sebagian yang berilmu, haid justru teramat disyukuri, disikapi sebagai nikmat yang sangat berharga bagi seorang wanita. 
Secara anatomi yang termasuk ke dalam sistem reproduksi seorang wanita antara lain adalah kelenjar-kelenjar hormon mulai dari hipotalamus, hipofise, sampai dengan ovarium, lalu organ-organ reproduksi seperti ovarium (tempat diproduksinya sel telur), rahim, dan jalan lahir (vagina). Ovarium atau indung telur memang memiliki peran ganda yang istimewa, yang pertama ovarium bertindak selaku kelenjar hormon (estrogen, progesteron) dan yang kedua ovarium berperan selaku tempat penyimpanan dan pematangan sel-sel telur. Antara ovarium dan rahim terdapat saluran telur ( tuba uterina) yang bertugas menghantarkan telur yang telah siap dibuahi menuju daerah tugas barunya, yaitu dinding rahim. Di saluran telur inilah proses pertemuan antara sel nutfah pria ( sperma/mani) dengan sel telur paling mungkin terjadi. Sementara rahim juga tidak kalah istimewanya, disanalah proses pembelahan dan pengorganisasian super ajaib terjadi. Bayangkanlah sel-sel kecil yang tidak pernah sekolah itu dengan begitu fasihnya menjalankan fungsi-fungsinya masing-masing tanpa pernah salah atau keliru ! Ada jutaan sel yang bergabung dan dikembangkan dari bagian tubuh ibu serta bertugas untuk menjadi bagian sistem suplai makanan dan oksigen bagi janin. Dan ada milyaran sel yang dikembangkan oleh aloqah untuk kemudian menjadi mudhigah yang sempurna, dan akhirnya menjadi janin serta bayi yang siap dilahirkan ke dunia. Pada saat pertemuan suci antara sel telur dan sel sperma tidak terjadi, maka sel-sel dinding rahimpun jauh dari sifat frustasi atau putus asa. Mereka secara kaffah menjalankan fungsi memperbaiki diri, beregenerasi, dan memberi kesempatan pada sel-sel baru untuk bersiap menyongsong masa depan yang telah dibukakan bagi mereka. Pada hakikatnya proses haid dapat dianalogikan dengan suatu ritual mensucikan, dan membangun nilai-nilai harapan serta mempersiapkan energi terbaik bagi kehidupan.

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)