Kamis, 27 Mei 2010

Kisah Kasih Ainun-Habibie,, --Selalu bergandeng tangan--

Jakarta: Hasri Ainun Habibie banyak meninggalkan kenangan manis bagi banyak pihak, terutama keluarga dekat. Apalagi bagi Fanny Habibie, adik kandung BJ Habibie. Fanny lah yang menjadi penghubung kisah kasih asmara Ainun dan BJ Habibie, hingga pasangan sejoli itu melangkah ke pelaminan dan menjalani biduk rumah tangga selama 46 tahun.
Fanny Habibie yang kini menjabat Duta Besar Indonesia untuk Belanda adalah teman dekat dari kakak kandung, Ainun. Fanny bercerita, pertemuan BJ Habibie dengan Ainun terjadi saat Habibie berusia sekitar 26 tahun.
Fanny mengenang saat itu Habibie baru pulang cuti dari Jerman untuk kepentingan Lebaran. Saat malam takbiran, Habibie muda kemudian diajaknya ke kediaman Ainun. Maklum, Fanny muda saat itu sangat dekat dengan keluarga Ainun, terutama kakaknya. Yang anehnya, saat ditinggal sebentar dan sekembalinya, ia mendapati Habibie sudah asyik ngobrol dengan Ainun.
“Saya ke belakang, saya keluar, dia sudah bicara sama Ainun,” tutur Fanny di sela-sela upacara pelepasan jenazah Ainun di Jalan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).
Pertemuan dua muda mudi itu pun dibiarkan Fanny. Bersama Ainun, menurut Fanny, Habibie yang senang berbicara ilmiah seakan mendapat tandingannya. Dan bahkan, saat dalam perjalanan pulang, akhirnya terucap dari bibir Habibie untuk mengakui bahwa Ainun seorang gadis yang pintar.
“Jadi setelah pulang, dia (BJ Habibie) bilang, eh Fan! ternyata Ainun ternyata pinter,” papar Fanny menirukan ucapan Habibie saat itu.
Dan tiga hari setelah Lebaran, BJ Habibie pun kembali diajak ke rumah Ainun. Kemudian, Fanny mengajak sepasang muda-mudi itu ke sebuah tempat di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat.
“Jadi saya ajak ke Dago Hoevell, Dago Tea House,” tambah Fanny yang mengakui menyenangi Ainun karena kebaikan gadis tersebut.
Namun, sebelum sampai ke lokasi, Fanny kemudian menghentikan kendaraannya. Lalu Fanny meminta BJ Habibie dan Ainun turun untuk berjalan kaki. Sedangkan Fanny tetap di mobil, sambil menyandai keduanya karena terlihat malu-malu kucing.
“Saya berteriak, eh pegang tangannya, gandeng tangan dong! Nah semenjak itu, sampai meninggalnya, selalu mereka bergandeng tangan,” ungkap Fanny dengan semangat namun penuh haru.
Saat akan melanjutkan cerita kisah asmara Ainun dan BJ Habibie, Fanny terpaksa memutusnya karena kehadiran Wakil Presiden Boediono.
“Pokoknya begitu, ya mereka saya perkenalkan hingga jadi,” pungkas Fanny sambil bergegas

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu di sini :)